BERBUAT BAIK AKAN MEMULIHKAN DUNIA (YEREMIA 17:5-10)

Table of Contents

 

BERBUAT BAIK AKAN MEMULIHKAN DUNIA

(YEREMIA 17:5-10)

 

Tak terasa kita telah memasuki hari ke-54 tahun yang baru ini. Ada yang mungkin menganggapnya “meneruskan rutinitas tahun lalu”, tapi saya percaya ada banyak pergumulan: Bagaimana kita menjalani masa depan yang tak seorangpun tahu apa yang akan terjadi.   Tapi, saya kurang tahu apakah ada yang sudah mengetahui apa yang akan terjadi pada dirinya esok, lusa dan seterusnya. Karena tidak ada seorangpun yang tahu, makanya ada pergumulan dan pertanyaan: Bagaimana kita melangkah memasuki hari esok dan masa depan? Jawabannya: tergantung pada “

  1. Tujuan dan Andalan hidup dan
  2. Pola hidup yang kita lakoni.

Dalam perikop ini kedua hal itu dikemukakan kepada kita hari ini. Apa pelajaran yang dapat kita teladani dari firman Tuhan ini?

 

Bangsa Israel melupakan Tuhan, dan mengandalkan kekuatan manusia.

Bangsa Israel Selatan (Yehuda) yang sudah lama memangku nama sebagai umat Allah, tetapi ketika menghadapi masalah (diancam perang oleh bangsa lain), justru mereka mengandalkan kekuatan manusia, kekuatan bangsa lain, yakni Asyur, dan bukan mengandalkan Tuhan, walaupun Tuhan sudah berjanji: Tuhan beserta kita.

Itukan bangsa Israel. Bagaimana dengan kita?

Dewasa ini ada 4 D yang sering menjadi andalan manusia:

1)    Diri sendiri sebagai andalan…… kecenderungan diri manusia adalah sombong…… menganggap dialah yang hebat, manusia di atas manusia lain…. Dan ini lama-lama menganggap diri sama bahkan melebihi Allah……… Hati-hati… kalau Diri sendiri menjadi andalan……maka ada 4 hal yang menjadi kharakternya…… Narsis…merasa kurang terus….  Mau meiliki tanpa batas……selingkuh…...Dan kalau ini yang sudah meracuni kehidupan manusia…...maka akan cenderung korupsi…. Menerima suap…menghalalkan segala cara……menindas yang lain demi kepentingan diri sendiri, bergembira di atas penderitaan orang lain… dan lalu… selingkuh….

2)    Deking sebagai andalan……mengandalkan dukungan manusia, orang lain……Tetapi…. bukan berarti tidak boleh bekerjasama, saling mendukung dan menolong… ini justru harus…. Tetapi yang membuat manusia jatuh, sama seperti Raja Ahas…. Ketika mengandalkan manusia dalam hidupnya……………Firman Tuhan mengatakan: Terkutuklah orang yang mengandalkan manusia.  Yang hendak dikatakan ialah…. Jangan jadikan manusia itu menggantikan Allah dalam kehidupanmu, dalam pekerjaanmu, dalam keluargamu, dan dalam seluruh dimensi kehidupanmu.

3)    Duit/Dana sebagai andalan. Ada ungkapan dari saudara-saudara Batak… ise na mangatur Negara on… hepeng…. Bapak itu saudara…. Uang bukanlah andalan, bukanlah Tuhan…. Karena itu…. Jangan mengandalkan uang, apalagi jangan rakus akan uang karena cinta akan uang adalah akar segala kejahatan (1 Tim 6:10).

4)    Uang adalah berkat…. kalau jujur jalannya, tetapi kalau itu hasil korupsi, yang memakan makanan orang banyak…. Maka uang adalah malapetaka… Ada banyak orang yang menikmati tempat yang enak, makanan yang enak karena banyak uang…...tetapi tidak sedikit juga yang menikmati penjara…. karena rakus akan uang….

Jangan andalkan uang. Ada banyak pegawai yang justru meminta kepada pimpinannya…. Pak tolong dong di tempat yang basah…. Hati-hati…. Di tempat yang basah…. Ada lumpurnya…. Anda dapat tenggelam dalam lumpur dosa….

5)    Kuasa Gelap. Yang mau saya katakana ialah mengandalkan kuasa kegelapan……

6)    Teknologi

Semua ini adalah perbuatan yang tidak mengandalkan Tuhan dalam hidupnya. Dapat diibaratkan ranting-ranting yang telah lepas dari pokoknya.

 

2. Pola hidup: Hati-hati dengan hati.

Hati adalah pemberian Tuhan yang amat berharga bagi kita anak-anak-Nya. Sebagai yang amat berharga, kita handaknya menerima nasihat sebagaimana Firman Tuhan berbunyi: jagalah hati dengan segala kewaspadaan karena dari situlah terpanjacar kehidupan.

Tidak bisa disangkal bahwa keadaan hati kita menentukan seluruh gerak hidup kita. Betapapun lihainya seseorang menyembunyikan isi hatinya, tetapi keadaan hati menentukan kata-kata, sikap, raut wajah dan tindakan.

Yang kiranya menyejukan hati kita adalah kenyataan bahwa kita ada di hati Tuhan. Hidup yang kita jalani saat ini bukti belas kasih Tuhan yang mengalir dari hati-Nya.

Dengan hati yang mengenal dan mensyukuri belas kasihannya itu pula. Kita dapat melihat sedikitnya lima hal yang berkaitan dengan hati.

  1. Dengan hati kita percaya kepada Tuhan. Tuhan menghendaki hati kita bagaikan tanah yang baik, yang subur tempat bertumbuh dan berbuahnya firman Tuhan.
  2. Hati adalah penggerak sikap dan tindakan kita.
  3. Keadaan hati kita menentukan hubungan kita dengan orang lain.
  4. Hati membuat kita sehat
  5. Semangat dan kepedulian dengan sesama

Sampai hari ini Tuhan tidak pernah menutup pintu hati-Nya bagi kita. Itu juga menjadi dasar kita membuaka hati kita bagi sesama. Amin

 

Posting Komentar